Wisdom

I think wisdom is not how well you can give other advice but how well you can accept other criticism.

Advertisements

Jihad

I still don’t understand why God legalise killing another human as a way to reach heaven. I know it isn’t what anybody else think and it could be explained well and humanly by people who really understand it. But for some politically high-interest elements, it gives chance to gather and use people to reach their own goals. Dear God, did you already know this will happen? Then why?

Cerita Seorang Teman

Hari ini saya bertemu dengan kawan lama, seorang sahabat. Sudah 10 tahun kami berteman. Pertama kali bertemu sewaktu sekolah menengah. Pribadinya selalu positif. Riang dan tangguh. Setiap bertemu dengannya saya selalu merasa kerdil. Dibandingkan dengannya saya merasa seperti balita yang manja dan tak berdaya. Kisah hidupnya sungguhlah menantang tapi ia selalu dapat menaklukannya. Saya masih ingat, sewaktu sekolah dulu, betapa gigihnya ia berdagang untuk membiayai dirinya, meringankan beban orang tua. Sewaktu sekolah dulu, siswa yang berdagang tidaklah sedikit, perekonomian siswa di sekolahku dulu tidak begitu baik, saya termasuk salah satu yang beruntung. Menurut saya, temanku yang satu ini paling menonjol. Tidak malu dan selalu ceria. Mungkin ia tidak tahu, tapi ia adalah salah seorang yang mengubah cara pandang saya tentang kehidupan. Padanyalah diam-diam saya belajar banyak sampai-sampai dahulu saya pernah membuat naskah cerita yang terinspirasi darinya. Sampai saat ini ia tidak tahu.

Banyak yang bertanya kenapa saya masuk SMK alih-alih SMA. Dahulu saya pun bingung menjawabnya. Ada perkataan sebagai berikut:

Life can only be comprehended backward

Sekarang saya tahu jawabnya: agar lebih dewasa.

Meskipun hidup di tengah kesulitan ekonomi, ia tak ingin dibelaskasihani. “Hidup harus fair” katanya, jika ia diberi uang, ia harus bekerja. Tak ada yang cuma-cuma. Dahulu cita-citanya ingin mendirikan sekolah gratis, memberi secercah harapan pada anak-anak yang memiliki kesulitan seperti dirinya. Tak banyak orang sepertinya, meskipun hanya tamatan SMK, cita-citanya begitu mulia. Saya jadi teringat ada teman kuliah saya yang sudah magister dengan keadaan ekonomi yang berkecukupan, menulis di akun instagramnya dengan bangganya: “I want to be filthy rich”. I was like really? From all the possible statement about what you want to achieve in your life you just want to be rich? Really?

Tak ada salahnya statement tersebut. Ya bebas toh, hidup ya hidup dia. Tapi bayangkan apa jadinya orang seperti teman saya itu bila diberikan kesempatan mencicipi jenjang pendidikan yang sama seperti teman saya yang lainnya? Dear friend, you say life is fair, but is it?

Hari ini saya dengannya berbincang-bincang kembali, mengingat masa lalu dan membicarakan kisah kami masing-masing. Sudah lama tak bertemu, saya sibuk dengan dunia kuliah dan pekerjaan sedangkan ia dengan rumah tangganya. Karena tak lama setelah lulus sekolah, ia menikah. Ia bercerita tentang banyak kepelikan hidup yang tak pernah saya bayangkan. Saya mempertanyakan kenapa ia tak pernah menghubungi saya, jika butuh pertolongan saya pasti bantu semampu saya. “Ah tak perlu, selama masih bisa diatasi ya tak perlu bilang-bilang, lagian Tuhan tidak akan memberi ujian yang melampaui batas kemampuan. Semuanya adalah pembelajaran”, ujarnya. Seperti biasa saya merasa malu dan kerdil. Selama ini saya tak pernah menjumpai orang sepertinya. Terimakasih Tuhan telah mempertemukan saya dengan ia yang selalu mengingatkan untuk senantiasa bersyukur sekaligus mengajarkan agar hidup lebih kuat dan bermanfaat. God bless her.

Person

I’m starting to learn not to make anyone’s life as a topic of discussion. Any preferences that don’t harm anyone belongs privately. Besides, better talk about something enlightening and useful to make ones better.