Penyakit?

Di hari ini saya melihat sebuah akun twitter yang diretweet salah satu teman saya. Setelah ditelisik, akun tersebut memiliki follower sebanyak 1600an orang dan memiliki bio: anti sekulerisme-prluralisme-liberalisme. Awalnya ia membahas kasus JIS dan bereaksi keras terhadap pelakunya, saya setuju, saya pun bereaksi keras. Lama kelamaan kok tambah OOT bahasannya jadi membahas kalimat ahli psikologi/narasumber yang tentang penyimpangan seksual. Ia beranggapan homoseksual itu penyakit nista, dosa, dan menunggu untuk diazab.

Ini sudut pandang saya.

Apapun bentuknya entah itu kasus penyimpangan seksual atau bukan, saya sangat setuju bahwa kejahatan seksual haruslah ditindak keras. Bagaimana dengan penyimpangan orientasi seksualitu sendiri? Saya rasa penyimpangan orientasi seksual ialah statement yang bersifat privasi bagi tiap orang, terlepas dari ia mendeklarasikan diri atau tidak. Saya beranggapan statement tersebut sama saja dengan ideologi yang dianut seseorang, komunis misalnya. Misalnya di tahun 1965 saya tahu seseorang berpaham komunis, saya akan menghormatinya. Saya dan ia memang berbeda, tapi selama ia tidak mengusik saya atau orang lain, dan tidak membahayakan sekitar, saya akan menjaga rahasianya dan menghormatinya. Ia memang tidak sepaham dengan pancasila, ia mungkin akan berurusan dengan pihak berwajib, tapi ideologi yang ia punya seluruhnya ada dibawah kendalinya dan saya tak punya otoritas sedikitpun untuk mencampurinya.

Homoseksual adalah penyakit?

Bila betul penyakit, ia adalah kusta. Apakah ada orang yang menginginkan kusta? Sama seperti itu, coba pikir adakah orang yang memilih untuk menjadi homoseksual? Saya jamin 100% bila mereka bisa memilih, mereka akan memilih untuk hidup normal selayaknya orang kebanyakan. Bebannya terlalu berat. Jangan dulu berbicara mengenai stigma masyarakat atau rasa malu keluarga, bayangkan kemelut hati dan pikiran di sepanjang hidupnya. Anda pikir waria-waria yang mengamen di lampu merah untuk menyambung hidup itu, mau hidupnya begitu?

Jadi homoseksual adalah penyakit?

Bila betul ia adalah penyakit, seharusnya selalu ada obat dan selalu ada orang yang bisa menolong dan mendukung, bukannya malah melecehkan dan mengutuk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s