Welcome Home My New Baby!

Image

 

Cr photo to the owner.

 

That is Olympus mju ii, a pocket point to shoot film camera, one of the best cameras in 1997. Finally got it after waiting for almost a month and paid extra fee for bureaucracy, d’oh. Bought it from ebay with a help from a friend in Malaysia. Can not wait to play with it!

Advertisements

Kehilangan oran…

Kehilangan orang tua berarti kehilangan masa lalu. Kehilangan anak berarti kehilangan masa depan.

Sebegitu berartinya lho anak untuk orang tua. Selagi mereka ada, berilah keyakinan bahwa masa depan akan ada dan akan baik-baik saja.

Rencana Sederhana

Dari dulu ayah dan ibu berpesan supaya jadi orang jujur dan baik. Banyak-banyak menolong orang supaya hidup berarti dan jika kelak menghadapi kesulitan, selalu ada tangan-tangan yang menolong. Dahulu rasanya hitam dan putih mudah dibedakan, tak mungkinlah bisa tertukar. Semua terasa sederhana dan memang harusnya begitu.

Semakin dewasa rasanya semua makin pelik. Baik dan jujur bisa dikompromikan dengan ideologi dan sudut pandang. Karena bukan hitung-hitungan, semuanya jadi tak mutlak. Tak ada kebenaran yang mutlak. Tak ada kejujuran yang mutlak. Lucunya hitam dan putih jadi semakin sukar dibedakan. Ditengahnya jadi ada gradasi tak terhingga. Ada abu-abu yang bisa diartikan jadi putih gelap atau hitam yang cerah. Tergantung ideologi dan sudut pandang tadi kan. Abu-abu pun gradasinya luas dari paling cerah hingga yang paling gelap.

Entah hidup tak lagi sederhana atau saya yang tak begitu pandai menjadi dewasa. Katanya memang itulah ciri menjadi dewasa, semua bisa jadi kompleks. Tapi saya selalu berusaha berpikir hitam atau putih. Berusaha menghindari “tak apalah abu karena bisa dilihat jadi putih juga”. Benar dan jujur itu mutlak dan tak bisa dikompromikan. Standarnya general kok bukan masalah agama atau masalah tinggal dan dibesarkan dimana, atau keluarganya berada atau tidak, atau tingkat pendidikan. Referensinya cuma hati. Seberapa peka ia dengan keadaan sekitarnya dan seberapa sering ia mendengarkan nuraninya.

Bukan?

Ah memang saya yang pikirannya terlalu naif mungkin. Kayak orang desa. Dan sebagai informasi, saya tak berkeberatan sama sekali. Jikalau artinya tinggal dalam kebersahajaan dimana semuanya nampak lebih sederhana dan mudah dipahami.